STEALTH

Hal ini benar-benar mengusik pikiran saya ketika saya menyaksikan acara National Geographic Channel tempo lalu yang dimana membahas seputar Perang Dunia ke II (World War II).

Namun disini saya tidk akan mengopas perihal perang dunia ke 2 disamping karena saya paling ga suka perang dan takut salah menjelaskan sejarah perang tersebut :D, jadi saya hanya akan menuangkan sejarah tentang pesawat siluman (stealth aircraft) ini yang ternyata "kehadirannya" sudah ada pada perang dunia ke dua (world war II) tersebut.
Penemuan Teknologi Siluman
"Siluman" dikembangkan oleh ilmuwan Rusia, pada tahun 1966 oleh Dr. Pyotr Ufimtsev melalui sebuah kertas kerja yang berjudul method of edge waves in the physical theory diffraction (Metode Gelombang Tepian dalam Teori Fisik Difraksi) yang merupakan kertas kerja yang cukup panjang namun tidak bertele-tele yang diterbitkan oleh salah satu media di Moskow pada tahun 1966. Namun kertas kerja ini tidak memperoleh sambutan yang hangat oleh para ahli di sana, karena banyak isinya yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Padahal Ufimtsev adalah ahli yang berpengalaman dalam Institut Rekayasa Radio Moskow.

Ide murni Ufimtsev berupa formulasi pelumpuhan radar dan jaringan kerjanya diambil dari kesimpulan mentah ahli Inggris James Clerk Maxwell pada abad ke-19 di mana setelah diramu berkali-kali ditambah dengan penalaran terpadu, Ufimtsev mengkalkulasikan cara-cara baru, yakni membentuk ruang bentuk geometris khusus yang mencerminkan radiasi elektromagnetis. Dengan menciptakan kalkulasi silang sebuah radar yang mudah dilumpuhkan. Ia menetapkan rumus konfigurasi bersisi dua dimensi, berupa tata cara mengutak-atik komponen dalam sebuah radar. Hasilnya, radar bisa terganggu bila dikacaukan dengan sinar dua dimensi tadi. Sinar itu sebenarnya masih belum cukup tetapi jika dikalkulasikan secara cermat dari situ bisa diciptakan pesawat tiga dimensi yang sulit dilacak radar.

Secara teoritis, banyak sekali kekuatan untuk melumpuhkan stealth, namun diperlukan sangat banyak jaringan komputer yang bekerja sangat cepat. Persisnya seperti mengamati bola dengan menggunakan teropong di mana bisa dilokalisasi namun jangan harap bisa menjejaknya sehingga ibarat bola yang dimainkan, para pemain sudah menggiring bola entah ke mana dan tidak mungkin menembak bola yang terbang entah ke mana arahnya dengan senapan angin.

Pada tahun 1979, Rusia mengembangkan satu pesawat intai dan dari uji coba ternyata berhasil mengecoh radar anti pesawat terbang Amerika Serikat di padang pasir Nevada.

Jatuh ke tangan Amerika Serikat
Pada tahun 1976, salinan tersebut akhirnya bocor dan jatuh ke tangan Amerika Serikat, lantas dialihbahasakan oleh divisi teknologi Angkatan Udara Amerika. Secara rutin, para ahli di Angkatan Udara menjabarkan, menganalisis dan mengembangkan teknologi steath tersebut. Di antaranya berupa pesawat mata-mata SR-71 Blackbird, F-117 dan B-2.

Prinsip Pesawat Stelath

Pada prinsipnya, supaya pesawat tersebut menjadi stealth (siluman) dalah cara memperkecil Radar Cross Section (RCS) yang tampak pada Radar. Langkah yang dilakukan adalah membuat desain bentuk pesawat tersebut sedemikian rupa sehingga permukaan-permukaan pesawat sekecil mungkin memantulkan energi yang dipancarkan radar untuk ditangkap kembali oleh antena radar. Bahkan bila perlu bentuk pesawat tersebut sama sekali tidak memantulkan energi radar. Kalaupun dipantulkan, diusahakan agar pantulan energi radar tersebut diarahkan ke arah lain sehingga jika ada yang tertangkap kembali, paling tidak hanya sebagian kecil saja. Untuk itu, maka bentuk pesawat dibuat aneh tidak seperti biasanya. Seperti contoh, bentuk pesawat B-2 yang memiliki rentang yang sama panjangnya dengan rentang pesawat DC-10 namun bentuknya dibuat pipih dan melengkung di bagian tengah badannya. Dengan bentuk demikian, disamping cepat rambat pancaran radar diperlambat juga memberikan efek pantulan ke segala arah.

Bentuk sayap pesawat juga mempengaruhi pantulan pancaran energi radar. Bentuk sayap pesawat lama yang lurus ke samping misalnya memberikan pantulan yang sempurna sehingga pesawat ini mudah terdeteksi. pada layar monitor, titik RCS pesawat-pesawat itu tampak besar.

Melihat kenyataan demikian, kemudian orang membuat sayap sayung kebelakang, memang memperkecil pantulan namun tidak memuaskan karena RCS makin besar, maka dibuatlah delta yang membuat sebagian besar pancaran radar yang mengenai sayap itu, sebagian besar dibuang ke arah lain. Kemudian dibuat sayap dengan bentuk sabit seperti yang dimiliki pesawat-pesawat generasi berikutnya. Dengan membuat lengkungan pada bagian sayap, leading edge, maka pantulan ke arah lain semakin sempurna.

Desain lain adalah membentuk pesawat bersegi-segi kubustik seperti bentuk mata faset, seperti pada mata capung. Bentuk tersebut juga ditemui pada helikopter pada generasi 1980-1990-an seperti pada AH-1 Cobra, dan AH-64 Apache sehingga pantulan radar tidak kembali ke antena radar.

Kemudian umumnya desain pesawat stealth tidak mengijinkan adanya pylon atau penggantung rudal maupun roket yang digantungkan pada badan dan sayap pesawat seperti yang dijumpai pada pesawat umumnya. Sehingga rudal ditempatkan pada rak-bom (bomb bay) khusus.

Cara lain yakni dengan menggunakan material khusus yang dikenal sebagai RAM (Radar Anti material) yang merupaka bahan penyerap energi pancaran radar. Bahan-bahan tersebut antara lain komposit berupa graphyte epoxy dari karbon. Karena bahan itulah, maka energi radar tidak terpantulkan.

Meskipun demikian, rancangan tersebut tetap tidak sempurna untuk mengelabui radar. Sebagai contoh pesawat stealth F-117 berhasil ditembak jatuh oleh rudal anti pesawat udara SAM (Surface to Air Missiles) SA-2 Guideline milik Serbia ketika operasi udara NATO pada tahun 1999 saat Konflik Kosovo.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_siluman


Hitler's Stealth Bomber: How the Nazis were first to design a plane to beat radar

With it's smooth and elegant lines, this could be a prototype for some future successor to the stealth bomber.
But this flying wing was actually designed by the Nazis 30 years before Americans successfully developed radar-invisible technology.
Now an engineering team has reconstructed the Horten HO 2-29 from blueprints, with starting results.










































It was faster and more efficient than any other plane of the period and its stealth power did work against radar.
Experts are now convinced that given a little bit more time, the mass deployment of the aircraft could have changed the course of war.


First build and tested in the air in March 1944, it was designed with a greater range and speed than any plane previously built.
and was the first aircraft to use the stealth technology now deployed by the U.S. in its B-2 bombers.
Thankfully Hitler's engineers only made three prototypes, tested by being dragged behind a glidder, and were not able to build them on industrial scale before the Allied forced invaded.
From Panzer tanks through to the V-2 rocket, it has long been recognised that Germany's technilowcal expertise during the war was years ahead of the Allies.
But by 1943, Nazi high command feared that the war was beginning to turn against them, and were desperate to develop new weapons to help turn tide.
Nazi bombers were suffering badly when faced with the speed and manoeuvrability of the Spitfire and other Allied fighters.
Hitler was also desperate to develop a bomber with the range and capacity to reach the United States.
In 1943 Luftwaffe chief Hermann Goering demanded that designers come up with a bomber that would meet his '1,000, 1,000, 1,000' requirements - one that could carry 1,000kg over 1,000km flying at 1,000km/h.














Two pilot brothers in their thirties, Reimar and Walter Horten, suggested a 'flying wing' design they had been working on for years
They were convinced that with its drag and lack of wind resistance such a plane would meet Goering's requirements.
Construction on prototype was begun in Goettingen in Germany in 1944.
The centre pod was made form a welded steel tube, and was designed to be powered by a BMW 003 engine.
The most important innovation was Reimar Horten's idea to coat it in a mix of charcoal dust and wood glue.












He thought the electromagnetic waves of radar would be absorbed, and in conjunction with the aircraft’s sculpted surfaces the craft would be rendered almost invisible to radar detectors.
This was the same method eventually used by the U.S. in its first stealth aircraft in the early 1980's, the F-117A Nighthawk.
The plane was covered in radar absorbent paint with a high graphite content, which has a similar chemical make-up charcoal.
After the war the Americans captured the prototype Ho 2-29s along with the blueprints and used some of their technological advances to aid their own designs.
But experts always doubted claims that the Horten could actually function as a stealth aircraft.
Now using the blueprints and the only remaining prototype craft, Northrop-Grumman (the defence firm behind the B-2) built a fullsize replica of a Horten Ho 2-29.














It took them 2,500 man-hours and $250,000 to construct, and although their replica cannot fly, it was radar tested by placing it on a 50ft articulating pole and exposing it to electromagnetic waves.
The team demonstrated that although the aircraft is not completely invisible to the type of radar used in the war, it would have been stealthy enough and fast enough to ensure that it could reach London before Spitfires could be scrambled to intercept it.
'If the German's had had time to develope this aircraft, they could have well had an impact.'says Peter Murton, aviation expert from the imperial war Museum at Duxford, in Cambridgeshire.
'In theory the flying wing was avery efficient aircraft design which minimised drag.
'It is one of the reasons that it could reach very high speeds in dive and glide and had such an incredibly long range.'
The research was filmed for a forthcoming documentary on the National Geographic Channel.

Sumber: http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1198112/Sleek-swift-deadly--Hitlers-stealth-bomber-turned-tide-Britain.html

Nazis Stealth Horten HO 229 by Horten's Brothers








Udah cukuplah bacanya, lumayan capek bolak baik kamus bahasa inggris :D. Jadi kesimpulannya:

SIAPA PENEMU (TEKNOLOGI) STEALTH SEBENARNYA ???

Masih penasaran ? klik aja link National Geographic Channel di bawah ini:
http://channel.nationalgeographic.com/episode/hitler-s-stealth-fighter-3942/Overview

Tags: Artikel, Stealth, Stealth F117 Nighthawk, Hitler's Stealth Bomber, Reimar and Walter Horten, Horten HO 229, Replica of Horten Ho 2-29

Related Topics:
1. Neil Armstrong Pak Jawabannya!!!
2. Area 51
3. Hans Kammler
4. Reimar and Walter Horten (The Horten Brothers)

0 komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Ada kesalahan di dalam gadget ini

About this blog

.......... Amatir .........................
.......... Iseng .........................
.......... Sharing ........................
.......... Semoga Bermanfaat ...
.......... Yihaaa ..........................